Astronomi dalam Pertanian Kasepuhan

  Posted on   by   No comments

Tanggal Kerti Turun Wesi, Tanggal Kidang Turun Kujang 

Dimana Surup Kidang, Turun Kungkang

 

Adalah patokan pertanian leluhur yang masih dijalani sebagai tradisi bertani kasepuhan hingga saat ini. Patokan bintang ini disebut dengan istilah Pranata Mangsa, yaitu pola bertani dengan berpatokan pada rasi bintang.

Dengan mengikuti pola bintang ini maka  kita mengikuti pola dan siklus alam, bintang menjadi patokan hidup dan kehidupan antara manusia dengan kehidupan lainnya, ini bisa dimaknai sebagai mengikuti pola hidup yang diatur oleh alam, dan dengan berpatokan pada bintang ini maka hidup kita tidak akan bentrok dengan hukum alam dan kehidupan lain.

 

Leluhur menjadikan patokan bintang sebagai tata tradisi yang mesti dijalankan dengan tata adat dalam hal bertani padi. bertani mengikuti tanda dan simbol langit lewat bintang Kerti dan Kidang.Dengan mengikuti pola ini, bertani padi tidak akan gagal panen karena cuaca ataupun gagal karena serangan hama, kenapa?

Karena bintang memberikan tanda, sebagai batasan waktu  yang menjadi ‘hak waktu’ untuk kehidupan manusia dan ‘Hak waktu’ bagi keidupan selain manusia yaitu para binatang sekeliling kita. 

Era sebelum tahun 1965, di Nusantara ini semua bertani mengikuti pola bintang lewat Kalenderisasi bertani padi yang di sebut Pranata Mangsa, dalam kalender bertani ini bukan hanya bertani padi , tanaman yang lainnya juga mengikuti patokan bintang ini, tetapi bertani padi adalah segalanya, karena dari semua tanaman, hanya padi yang menjadi bahan makanan pokok kita di Nusantara.

 

Kerti dan Kidang

Istilah rasi bintang Kerti  adalah The Pleiades, orang menyebutnya sebagai bintang  Kartika, di Jepang dikenal dengan istilah Subaru,  Dan rasi Kidang adalah The Orion, yang dikenal orang dengan sebutan Bintang Waluku di Jepang di sebut dengan Matsobushi. Anam dan istilah untuk bintang ini masih banyak dengan nama berbeda di berbagai tempat.

Kerti ( The Pleiades) disebut sebagai The Seven Sister atau Putri Tujuh, dan Kidang ( The Orion) disebut sebagai The Hunter / sang pemburu

 

 

 

Hama dan para Binatang

Tanggal Kerti Turun Wesi, Tanggal Kidang Turun Kujang 

Dimana Surup Kidang, Turun Kungkang

 

Saat Kerti ( The Pleiades) terlihat di langit, kita mempersiapkan wesi / besi untuk alat mengolah lahan, dan ketika Kidang ( The Orion) nampak di permukaan garis horizon , maka Kujang sebagai pusaka tani mulai diturnkan mengolah lahan. Dan yang tidak kalah pentingnya yaitu memperhatikan Kidang (Orion) ini menghilang dari garis pandangan mata , maka Kungkang ( walang sangit) akan turun, dan akan mudah ditemukan di lahan pertanian atau bahkan masuk ke perkampungan, ini adalah pertanda alam , bahwa kita sebagai manusia sudah harus menyelesaikan urusan hidup yang menjadi Hak sebagai manusia, karena dengan turunnya Walang sangit ini maka kehidupan selain manusia saat nya menggunakan, hidup dan berkembang biak.

Maka kalaulah saat ini , dimana para petani selalu mengalami kegagalan dalam bertani padi, nampaknya harus melihat kembali ke aturan alam yang telah mengatur hak hidup bagi siapapun di bumi ini. Tidak akan lagi menyalahkan para serangga sebagai hama, karena waktunya bagi mereka  untuk hidup dan berkembang biak, tidak lagi memposisikan para binatang sebagai hama , karena setiap kehidupan memiliki hak hidup dan berkembang biak. Dan tidak lagi membunuh dengan penggunaan pestisida yang lebih banyak kerusakannya dan membuat pelanggaran hak hidup sebagai manusia.

 

Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.