Acara Adat Serahtaun/Serentaun Kasepuhan Ciptagelar ke-648 | 16 – 18 September 2016

Setelah menjalankan rangkaian kegiatan musim tanam 2015 – 2016 yang dimulai sejak akhir tahun 2015 sampai awal tahun 2016, masyarakat Kasepuhan Ciptagelar kembali akan melaksanakan acara adat Serahtaun atau Serentaun yang ke-648. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan musim tanam sampai dengan masa panen yang diawali dengan tradisi Turun Nyambut sebagai penanda permulaan musim tanam di akhir tahun 2015, yang juga disertai dengan prosesi Tebar dan Tandur atau menanam padi di sawah; serta Ngaseuk atau prosesi menanam padi di Huma (ladang). Jadwal musim tanam tahun ini diakhiri dengan prosesi Tutup Nyambut dan Haraka Huma pada 31 Januari 2016.

serentaun_02

Seperti yang telah dijalankan selama ini, persiapan acara Serentaun juga diawali dengan tradisi Mipit atau prosesi panen pada sepanjang bulan Maret sampai Mei 2016, tradisi Ngunjal atau prosesi menyimpan padi di Leuit (lumbung) pada 9-10 Juni, Nutu atau prosesi menumbuk padi hasil panen pada 8 Juli, Nganyaran atau memasak beras hasil panen pada 15 Juli, serta acara Ponggokan atau prosesi pendataan warga adat pada 14 Agustus 2016. Pada tahun ini masyarakat Kasepuhan Ciptagelar juga melaksanakan tradisi khusus, yaitu prosesi Ngareremokeun Pare, atau prosesi memuliakan pare asli (padi induk) yang merupakan benih padi peninggalan leluhur warga Kasepuhan pada 30 Juni – 1 Juli 2016. Berdasarkan pendataan terakhir, saat ini sekurangnya ada sekitar 160 jenis padi induk yang dipelihara dan dikembangkan oleh masyarakat Kasepuhan Ciptagelar.

serentaun_03

Rangkaian acara Serahtaun atau Serentaun Kasepuhan Ciptagelar akan diisi dengan kegiatan adat yang antara lain adalah ngarengkong, debus, pawai, pameran kerajinan dan hasil tani, ritual ngadiukeun pare dina leuit (menyimpan padi di lumbung), dsb. Selain itu perayaan ini juga akan diramaikan oleh rupa-rupa kesenian, mulai dari pertunjukan Angklung Buhun, musik Jipeng, Dangdut, pentas Topeng, serta Wayang Golek. Selain acara khusus yang digelar untuk warga adat, rangkaian acara Serentaun terbuka untuk dinikmati masyarakat umum. Bagi khalayak yang berminat untuk menyaksikan rangkaian kegiatan Serentaun dipersilahkan datang. Untuk kenyamanan dan keamanan, disarankan untuk menggunakan kendaraan 4×4 atau motor. Jalan terdekat dapat melalui jalur Pelabuhanratu – Cikakak yang berjarak sekitar 28 km, melalui wilayah leweung titipan/tutupan sepanjang 9 km.

Wilujeng Mapag Wuku Taun Sandi Bulan, Kebo Mulih Pakandangan!

  Get Directions

Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.