TANDUR 2018 / Rice Plantation on 2018

proses Tandur

Tandur adalah proses tanam padi pesawahan dengan cara menanam padi bergerak mundur, sehingga menjadi Tan-dur, Tanam mundur.

Kegiatan menanam padi ini tradisi leluhur yang masih dijalankan oleh  warga kasepuhan  sebagai titipan ke-adatan yang hanya dilaksanakan seklai pada setiap tahunnya , ini mengingat tradisi bertani padi kami warga kasepuhan ciptagelar hanya melaksanakan proses bertani padi sekali dalam setiap tahunnya.

 

 

beberapa persiapan dalam kegiatan ini adalah

  • mempersiapkan tali ikatan bibit padi dari bambu tali
  • Babut adalah istilah mengambil bibit padi yang kemudian diikat
  • proses pemotongan daun padi dilaksanakan sebelum bibit padi ini ditanam
  • baru proses tanam sambil mundur

    membuat tali 

Tanam mundur ini dilakukan karena proses tanam tidak menggunakan garitan atau garis yang dibuat untuk penempatan bibit padi, tetapi cukup dengan mengukur berdasarkan perasaan dan pengamatan melihat ke kanan atau kiri dari padi padi yang ditanam sebelumnya.

sementara bibit padi adalah jenis ‘pare kolot’  yang menjadi titipan leluhur untuk tetap di tanam higga saat ini. dari proses tebar ( penyemaian) hingga waktu penananaman dibutuhkan waktu sekitar 70-73 hari penyemaian.

kalau dilihat dan dibandingkan dengan tata pertanian modern, bertani padi tradisi sepertinya tidak efektif dan lebih ribet dari segi pengerjaan, tetapi inilah adat istiadat yang selalu menyimpan simbol dan pemaknaan dibalik semua itu.

  • Bibit Padi yang ditanam harus tua, untuk memaknai ini kita diajak melihat konsep bertani tradisi kasepuhan tentang padi itu sendiri. Bahwa hal perlakuan pada padi bagi kami harus seperti memperlakukan pada diri sendiri  (manusia), saat di lepas jangan terlalu muda / bayi supaya bisa lebih survive dalam menghadapi kehidupan, dan harus ada ‘teman’nya supaya ada teman ngobrol, prakteknya harus ditanam lebih dari satu bibit. Berbeda dengan pertanian modern bibit  muda dan ditanm hanya satu butir saja.

 

  • Proses pemotongan daun padi bagi pertanian modern akan membuat tanaman padi lebih lambat dalam proses pertumbuhan daunnya kembali, sehingga pemotongan daun padi tidak diperbolehkan. bagi tata tradisi, proses memotong daun padi ibarat proses cukur pada bayi , untuk meninggalkan jejak lama, atau membuat batas hidup dan kehidupan sebelumnya dengan kedepan.

Demikian proses bertani padi ala dan cara tradisi sebagai titipan leluhur kami, dan saat ini kita bersandingan dengan dunia modern dengan keragaman budaya dan teknologi pertanian saat ini. tetapi hal dan sisi lain, Kasepuhan Ciptagelar hingga saat ini masih menjalankan tadisi bertani buhun  yang menjadi penyeimbang cara bertani modern.

Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.