Motong Kebo dan Salamet Pare Nyiram

  Posted on   by   No comments

Pada hari Selasa (22/02/2016) warga Kasepuhan Ciptagelar kembali melaksanakan acara rutin bulanan Salamet Opatbelasan yang biasanya dilaksanakan tepat pada malam bulan purnama. Selang 1 hari setelah Salamet Opatbelasan (Rabu, 23/02/2016), warga Kasepuhan Ciptagelar melaksanakan prosesi menyembelih kerbau (motong kebo) dalam rangka selamatan turbin mikro hidro Cibadak. Prosesi ini sekaligus menjadi acara selamatan penggunaan turbin mikro hidro yang dibangun pada masa kepemimpinan Abah Ugi Sugriwa selaku pemangku adat Kasepuhan Ciptagelar.

salamet_kebo_05
Prosesi menyembelih kerbau biasanya dilaksanakan sebagai bagian dari sebuah hajatan besar. Dalam beberapa hal, pemotongan kerbau juga pada umumnya dilakukan untuk memenuhi hajat atau “carek” untuk sebuah nazar atau ucapan di kala suatu maksud atau tujuan tertentu telah tercapai. Prosesi pemotongan kerbau di turbin kali ini merupakan rangkaian selamatan untuk hajat turbin Kasepuhan Ciptagelar di era kepemimpinan yang sekarang. Sebelumnya pesta hajat turbin juga dilakukan di era Abah Anom pada tahun 1987, di saat desa kasepuhan masih berada di Ciptarasa.

salamet_kebo_02
Salepas prosesi menyembelih kerbau, warga Kasepuhan Ciptagelar melaksanakan acara “Salamet Pare Nyiram” pada Kamis malam (24/02/2016). Selain diisi dengan kegiatan doa selamatan, prosesi ini juga menghidangkan menu khusus yang diantaranya adalah bubur bolohok , bubur sumsum, papais dan cau omas. Prosesi Salamet Pare Nyiram adalah kegiatan selamatan untuk menyambut datangnya bulir padi yang bunting di huma dan sawah (pare beukah). Rangkaian prosesi ini biasanya diawali di Imah Gede, dan selanjutnya dilaksanakan di setiap rumah warga. Sebagaimana layaknya pelaksanaan acara adat, prosesi ini juga diramaikan dengan beberapa acara kesenian semisal Angklung Buhun dan Wayang Golek.

Categories: BeritaTags: ,

Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four + two =