Prosesi SERAH PONGGOKAN

  Posted on   by   No comments

SERAH PONGGOKAN

Tradisi ke  empat dalam kegiatan adat besar tahunan Kasepuhan ini Namanya Serah Ponggokan , mungkin kata ini bagi sebagaian orang kurang biasa di dengar.

Serah Ponggokan adalah serah Jiwa, lha ? jiwa apakah dan kepada siapakah?

 

Serah Ponggok = Serah Jiwa

Mundur sedikit, pada Bahasa leluhur kita kalau kita cermati selalu berpasangan, semisal bolak-balik, tunggal teunggeul, culak -colek  dan banyak lagi untuk kata yang mengisyaratakan dua keseimbangan hidup dan kehidupan seprti halnya kanan-kiri, lahir – batin, yang terlihat dan tidak terlihat, lahiriyah -batiniyah.

Nah kata Ponggok – Pungguk, adalah pasangannya. Pungguk seperti kita tahu adalah batas badan dengan kepala, yaitu leher. Maka Serah Ponggok artinya ibarat menyerahkan leher wujud batiniyah, karena Pungguk secara wujud nya lahiriyah yaitu leher.

Nyanggakeun Beuheung Teukteukeun, Tikoro Gorokeun (Basa : Sunda) artinya menyerahkan diri pasrah dan menrima segala dosa dan siap menerima hokum apapun yang akan di berikan, dan Serah Ponggokan Ksepuhan Ciptagelar ini, berarti pula bahwa warga kasepuhan saatnya menyerahkan Ponggok = Jiwa (isi leher adalah nyawa) kepada sepuh atau orang tua,dalam hal ini Kasepuhan ( menunjukan dimana si Sepuh berada)

Maka Serah Ponggokan di maknai sebagai waktunya serah Jiwa, atau menyerahkan data jiwa dari

  • Jiwa Manusia
  • Jiwa Hewan, dan
  • Jiwa Kendaraan

Maka kegiatan Serah Ponggokan adalah prosesi data sensus warga dan kemeilikan serta data kendaraan yang berada di dalam kasepuhan.

 

Persiapan menjelang Serentaun

Acara  ini dilakukan sebelum pesta besar tahunan yang di sebut dengan Serentaun, yaitu sebuah pesta panen tradisi kasepuhan yang berlangsung pada setiap tahunnya, kegiatan yang cukup ramai dengan jumlah warga yang dating dan pulang sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar dalam pelaksanaannya, maka kegitan Serah Ponggokan juga sekaligus mengumpulkan biaya untuk pleksanaan Serentaun yang disebut dengan biaya Ngalaukan, yaitu biaya lauk pauk warga yang dititipkan kepada kasepuhan untuk perayaan nanti.

Sehingga pelaksanaan Serah Ponggokan ini adalah pengumpulan

  • Jiwa Manusa
  • Jiwa hewan
  • Jiwa Kendaraan
  • Ngalaukan
  • Hateup Injuk
  • Gula Kalapa

Tambahan lain adalah membantu bangunan adat dengan membantu Hateup ( Atap) ( satu Jalon) dan Injuk (satu  Kakab), sereta membantu dapur Imah Gede dengan Gula ( sa gandu) dan Kalapa ( sa Hulu)

Dengan demikian, kegiatan serah ponggokan dengan cara dan system seperti ini melanggengkan proses keberlangsungan kegiatan adat tradisi kasepuhan yang telah berlangsung sejak 1368 hingga saat berjalan tanpa bantuan sponsorship, dan untuk hal ini, Kasepuhan tidak menerima sponsorship dari perusahaan besar sekalipun mengingat kegiatan ini adalah kegiatan warga dan bukan kegiatan sponsor.

 

 

 

 

Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.