Serentaun Kasepuhan Ciptagelar ke 650 – 2018

  Posted on   by   No comments

Serentaun Kasepuhan Ciptagelar yang dilaksanakan pada tanggal 7-8-9 September 2018 ini adalah kegiatan puncak tradisi Kasepuhan yang ke 650, terhitung dari sejarah kasepuhan yang boleh disebutkan yaitu sejak 1368. Pesta panen  Serentaun ini merupakan rangkaian tutup tahun nya tradisi pertanian kasepuhan dan sekaligus prosesi penyambutan akan berlangsungnya tahun pertanian yang akan datang, jadi bisa dikatakan bahwa Serentaun bagi kami adalah Tahun Baru nya kalender Masehi, seperti halnya juga perayaan Satu Suro nya Kalender Jawa.

Siklus pertanian kasepuhan dari tahun ke tahun hanya Lima kegiatan Adat dan tradisi ini diawali dengan kegiatan Ngaseuk ( prosesi penanaman), Mipit (prosesi Panen), Nganyaran ( prosesi mencicipi hasil panen tahun itu), Serah Ponggokan ( persiapan menjelang akhir tahun) dan Serentaun sebagai puncak kegiatan tradisi nya.

Serentaun Kasepuhan Ciptagelar berlangsung dan di biayai oleh warga kasepuhan yang dikumpulkan pada prosesi Serah Ponggokan, dari biaya Ngalaukan ini kemudian diterapkan ditoropkeun pada kebutuhan dan keperluan Serentaun. ini hal penting bagi kami untuk tidak menerima bantuan sponsorship dalam setiap kegiatan adat yang berlangsung mengingat keberlangsungan adat dan tradisi oleh masyarakatnya dan untuk masyarakatnya, seperti halnya kegiatan Serentaun ini,  hasil Ngalaukan yang terkumpul dari warga kasepuhan dipergunakan untuk membiaya Serentaun ke 650 ini .

Durasi kegiatan Serentaun di awali di setiap hari Rabu – Kamis – Jumat- Sabtu- Minggu- Senin dan Selasa, waktu keramaian satu minggu bagi kasepuhan, sedangkan bagi keramaian umum atau warga Kasepuhan yang tinggal diluar wilayah Kasepuhan, diberikan kesempatan menyaksikan dalam waktu tiga hari antara hari Jumat-Sabtu dan Minggu, mengingat rata rata memiliki waktu dan jam bekerja di perusahaan atau perkantoran.

Hiburan adalah pelengkap keramaian dalam kegiatan ini, panggung permanen yang biasa di tabeuh saja ada Lima Ajeng (Panggung permanen), pada saat serentaun biasa ditambah lagi hingga menjadi tujuh panggung, yang diramaikan oleh pertunjukan seni buhun hingga seni yang umum dipertontonkan sebagai jenis hiburan rakyat seperti;

  • Angklung Dogdog Lojor
  • Topeng (Dramaturgi)
  • Wayang Golek
  • Jipeng (Tanji Topeng)
  • Degung
  • dan pertunjukan kreasi lainnya.

Makna Serentaun atau Serahtaun bagi kami, seperti halnya kata seren atau serah artinya menyerahkan tahun pertanian sebelumnya sekaligus menyambut tahun pertanian yang akan datang yang ditandai dengan prosesi Turun Nyambut  di akhir kegiatan, dengan demikian Kegiatan Serentaun ibarat tahun baruanya pertanian yang dilaksanakan seklai dalam tiap tahunnya. Berawal dari Turun Nyambut dan berujung di Serah Ponggokan dan di pestakan dalam keramaian serentaun .

                                                                                    

Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − sixteen =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.