Tanggal Kerti Turun Wesi

  Posted on   by   No comments

Tanggal Kerti Turun Wesi

Tanggal Kidang Turun Kujang

Surup Kidang Turun Kungkang,

Adalah kalender pertanian yang menjadi patokan siklus bertani sekali dalan setahun kehidupan,  proses persiapan menggarap lahan di kasepuhan dengan melihat tanda alam lewat perbintangan , Kerti atau Kartika atau juga The Pleiades yang disebut dengan istilah lain The Seven Sister atau Tujuh Putri ini menjadi patokan pertama dalam proses mempersiapkan alat alat pertanian ( wesi)  yang kemudian proses persiapan menggarap lahan penanaman padi baik di huma ataupun di sawah akan segera dimulai.

    

Dua sistem pertanian dikasepuhan adalah sistem lahan kering atau tadah hujan yang disebut Huma dan sistem lahan basah di sawah dijalani sebagai sistem bertani yang seimbang antara dua tatanan bertani  cara lama ( ber-huma) dansistem bertani cara baru (ber-sawah).

Huma merupakan cara bertani titipan leluhur yang dijalani sebagai bagian tatanan Adat yang tidak boleh di tinggalkan atau di gantikan, apalagi dihilangkan tatanan nya, karena cara ini adalah cara bertani leluhur yang diwariskan secara tata adat dan dijalani sebagai tradisi dari waktu ke waktu dalam setiap tahunnya.

Dalam tahapan menggarap lahan untuk berhuma, tatanan adat nya ada beberapa tahapan pekerjaan seperti dalam mengawali proses pertama kali dengan istilah Narawas, yaitu melakukan sebuah prosesi ber-adab dan ber-sopan santun dari kita yang akan menggarap lahan kepada Tuhan Sang Maha pencipta atau Allah SWT, sebuah prosesi yang kalau di ibaratkan melakukan permohonan  ijin dari Sang penguasa Lemah Cai atau Sang penguasa lahan dan tempat, supaya penanaman padi dan tanaman yang lainnya diberikan keberkahan dari awal pengerjaan penenaman hingga nanti diakhir bisa panen dengan hasil yang seimbang.

Lalu, dilanjutkan denga Nyacar, yaitu membersihkan gulma dan rerumputan , kemudian Ngahuru atau membakar Gulma dan rerumputan, Ngaduruk yaitu membakar ranting dan sisa pembakaran awal, Ngagonan, Ngaberesihan hingga akhirnya lahan siap untuk ditanami padi dengan yang disebut Ngaseuk.

Tahapan dalam berhuma yang dijalani dikasepuhan seperti ini, tradisi dijalani sebagai titipan lewat tatanan adat istiadat seperti yang di ajarkan para leluhur ini disebut sebagai ketertiban dalam bertani , bertani adalah kehidupan, hasil tani yang meberikan kita hidup lewat padi atau beras yang menjadi nasi sebagai makanan pokok sang pemberitenaga yang membuat siapapun menjadi hidup inilah dasar ajaran leluhur, maka proses bertani sebagai proses hidup, hidup mengaharapkan keselamatan, sehingga dalam proses dari awal penanaman kitu pun harus tertib dan mendapat restu dari semuanya, supaya menjadikan hidup berkah dan selamat.

  • catatan penanaman padi di kasepuhan  untuk tahun ini (NGASEUK 2021) akan di mulai pada tanggal 8 Oktober 2021,
  • semoga berkah dan selalu mendapat restu dari Allah SWT – Sang Hyang Kersa- Sang hyang Widi- Tuhan Yang Maha Esa.

 

#Yoyoyogasmana

Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven + eighteen =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.