Tradisi Lima Besar Kasepuhan – NGASEUK (I)

  Posted on   by   No comments

Ngaseuk berarti menanam padi dengan Aseuk (tongkat kayu yang di lancipkan)  di  bukit dengan memanfaatkan  lahannya miring dan tidak rata , atau banyak yang banyak pepohonnan disekitarnya.

Kata Ngaseuk bisa juga berarti Waktu penanaman padi, baik yang dilahan kering ( Huma) ataupun yang dilahan basah ( sawah) sampai batas waktu penanaman yang telah menjadi ketentuan selesai.  

Pada waktu Ngaseuk selesai, maka waktu penanam padi telah habis, dan kita tidak bisa lagi menanam padi karena perhitungan penanaman mengikuti alur dari Rasi Bintang Kerti atau Bintang Kartika (The Pleiades) dan Rasi Bintang Kidang atau Bintang Wuluku (The Orion – Nebula), mengisyaratkan bahwa kita dibersegeran menyelesaikan penanaman, agar nanti di saat panen bisa berhasil dan tidak mengalami kegagalan.

Dengan mengikuti alus rasi bintang tadi, maka kita mengikuti siklus alam dan bintang telah mengatur “Hak Waktu” bagi kehidupan mana yang menjadi “Hak waktu” untuk manusia dan mana yang menjadi “Hak waktu” untuk kehidupan selain manusia yaitu para binatang dan serangga, sehingga batasan ini bisa kita baca di langit dan bintang menjadi petunjuknya.

Kegiatan Ngaseuk ini ada dua jenis, yaitu, Komunal dan Personal, yang Komunal artinya kegiatan penanaman padi untuk Kasepuhan dikerjakan secara bersama sama dengan warga lainnya, bahkan yang datang dari tempat yang jauh untuk mengabdi kepada sepuh sesuai dengan tugas hidup sebagai generasi penerus dari para leluhurnya, kegiatan Ngaseuk di kasepuhan ini kemudian menjadi tempat bergotong royong dari waktu ke waktu dalam setiap tahunnya.

Proses Ngaseuk Personal akan dilaksanakan bersama dengan keluarga dan tetangga untuk saling membantu dalam setiap pekerjaan rumah tangga berlangsung, dan akan secara bergantian dan bergiliran saling membantu. Memaknai proses keberlangsungan ini saling membantu artinya, saling berbagi dan sudah waktunya bertemu keluarga besar dalam setiap waktu setiap tahunnya.

Secara fungsi, Ngaseuk akan dilaksanakan setelah kita melakukan proses pengamatan pada waktu di alam, melewati rasi bintang Kerti dan Kidang, telah melakukan proses persiapan lahan yang cukup panjang sebelum ditanami, dan telah mengikuti waktu dalam perhitungan proses panen kedepan.   

Ngaseuk adalah penanaman di lahan kering yang dalam proses penanamnnya menggunakan Aseuk atau tongkat kayu yang di lancipkan untuk membuat lubang di tanah tempat padi padi ditanam.

Prosesi Ngaseuk Kasepuhan biasa di laksanakan secara bergotong royong bersama sama dengan warga lainnya, sehingga bersatunya semua orang adalah wujud dari kegotong royongan yang masih dilaksanakan untuk kasepuhan, setiap orang akan mengambil peran posisi sesuai dengan turunan keadatannya, seperti barisan tetabuhan akan melaksanakan proses menabuh alat-alat seni seperti seni Jipeng dan Topeng, juga grup musik Angklung akan mengiringi kegiatan Ngaseuk ini dari awal hingga tuntas, dan biasanya bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat karen a dikerjakan oleh jumlah banyak orang.

Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four + fifteen =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.